Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga sebagai dinamisator masyarakat itu sendiri.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan yang berarti Education adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan suatu hal. Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meninkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya. Sedangkan pengetahuan adalah objek daripada manusia melakukan proses pendidikan itu sendiri.

Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya. Sedangkan pengetahuan adalah objek dari pada manusia melakukan proses pendidikan itu sendiri.

  1. B.       TUJUAN INSTRUKSIONAL
    1. Mampu memahami dengan baik konsep pendidikan sebagai ilmu pengetahuan
    2. Mengetahui syarat-syarat berdirinya ilmu pengetahuan
    3. Mampu menjelaskan konsep ilmu pendidikan sebagai ilmu Normatif, Teoritis dan Praktis.
    4. Mengidentifikasi cabang-cabang dan ilmu bantu pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.      Syarat-Syarat Berdirinya Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah suatu uraian yang sistematis dan metodis tentang suatu hal atau masalah. Setelah melihat pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa syarat ilmu pengetahuan sebagai berikut:

Ilmu pengetahuan harus ada objeknya.. adapun objek ilmu pengetahuan adalah obyek material dan formal. Obyek matrial adalah bahan yang menjadi sasaran suatu ilmu pengetahuan sedangkan obyek formal adalah sudut pembahasan suatu ilmu pengetahuan, misal: ilmu jiwa dan ilmu manusia yang kwdua macam ilmu pengetahuan itu mempunyai obek material sama (manusia), akan tetapi obyek formalnya berbeda. Oleh karena itu obyek material ilmu pengetahuan dapat sama sedang obyek formalnya berbeda.

Ilmu pengetahuan harus metodis : ilmu pengetahuan dalam mengdakan pembahasan serta penyelidikan untuk suatu ilnmi pengrtahuan harus menggunakan metode yang ilmiah.

Ilmu pengetahuan harus sistematis

Harus mempunyai dinamika : ilmu pengetahuan harus tumbuh dan berkembang untuk mempunyai kesempurnaan.

Suatu ilmu pengetahuan harus memenuhi tiga persyaratan pokok dan beberapa persyaratan tambahan, diantaranya :

Persyaratan Pokok

  • Suatu ilmu harus mempunyai objek tertentu
  • Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan metode-metode yang sesuai
  • Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan sitematika tertentu

Persyaratan Tambahan

  • Suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai dinamika
  • Suatu ilmu pengetahuan harus praktis
  • Suatu ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kesejahteraan umat manusia

Setelah kita tahu apa yang menjadi persyaratan suatu ilmu pengetahuan, tentunya kita mengetahui bahwa ilmu pendidikan telah memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut. Ilmu pendidikan mempunyai objek, metode dan sistematika. Tidak hanya itu, ilmu pendidikan juga telah memenuhi persyaratan tambahan lainnya, seperti praktis, dinamika dan tentunya diabdikan untuk kesejahteraan umat manusia.

  1. B.       Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif, Teoritis dan Praktis

Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dimulaikan dengan meletakkan ilmu pendidikan dalam sistematika ilmu pengetahuan. Menurut sistemnya, ilmu pengetahuan dibedakan sebagai berikut :

  1. Ilmu-ilmu Murni : berdiri sendiri lepas dari pada ilmu pengalaman (empiris). Contoh; Matematika
  2. Ilmu-Ilmu Pengalaman (Empiris) : diperoleh berdasarkan pengalaman. Jadi objeknya adalah gejala-gejala kehidupan, baik yang Nampak ataupun yang tidak Nampak.

Ilmu pendidikan termasuk ilmu pengetahuan empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun secara teoritis untuk digunakan secara praktis. Dengan menempatkan kedudukan ilmu pendidikan di dalam sistematika ilmu pengetahuan, maka uraian selanjutnya adalah ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif dan Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Teoritis dan Praktis.

  1. Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif

Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia. Sesuatu yang normatif berarti berbicara masalah baik atau buruk dari perilakumanusia. Ilmu Pendidikan merumuskan peraturan-peraturan tentangbertingkah laku manusia untuk mencapai keteraturan hidup.Keteraturan hidup akan menjamin kelangsungan keeratan (kohesi)antarmanusia (hubungan sosial manusia).

Ilmu pendidikan itu selalu berurusan dengan soal siapakah “manusia” itu. Pembahasan mengenai siapakah manusia itu biasanya termask bidang filsafat, yaitu filsafat antropologi. Pandangan filsafat tentang manusia sangat besar pengaruhnya terhadap konsep serta praktik-praktik pendidikan. Karena pandangan filsafat itu menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh seorang pendidik atau suatu bangsa yang melakukan pendidikan.

Nilai yang dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan ciri-ciri manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Nilai-nilai tidak diperoleh hanya dari praktik dan pengalaman mendidik, tetapi secara normative bersumber dari norma masyarakat, norma filsafat dan pandangan hidup, malah dari keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang.

Karena Ilmu Pendidikan bersifat normatif berarti pula bersifat praktis karena ilmu pendidikan sebagai bahan ajar yang patut diterapkan sehingga pendidik bertugas menanamkan sistem-sistem norma bertingkah laku manusia yang dibanggakan, dihormati, dan dijunjung tinggi oleh masyarakat.

  1. Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu yang Bersifat Teoritis dan Praktis

Ilmu Pendidikan termasuk pengetahuan normatif karena berkaitan erat dengan pandangan tentang manusia, nilai dan norma hidup yangmembentuk keperibadian manusia (anak didik).

Ilmu Pendidikan bersifat teoritis dan praktis karena berkaitan dengan strategi tindakan mendidik atau praktek mendidik

Dalam ilmu mendidik teoritis para cerdik pandai mengatur dan mensistemkan di dalam swapikirnya masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan. Jadi dari praktik-praktik pendidikan disusun pemikiran-pemikiran secara teoritis. Pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam satu system pendidikan yang biasa disebut Ilmu Mendidik Teoritis.

Terdapat hubungan antara ilmu mendidik teoritis, sistematiss dan histories. Apa sajakah yang dapat disumbangkan sejarah pendidikan bagi teori pendidikan maupun praktik pendidikan?. Meskipun ilmu mendidik sistematis mendahului ilmu mendidik histories, akan tetapi ilmu mendidik histories juga memberikan bantuan dan memperkaya ilmu mendidik sistematis.

Selanjutnya adalah bagaimana hubungan antara ilmu mendidik histories dan ilmu mendidik praktis. Seorang maha guru ilmu mendidik JM. Guning berkata : teori tanpa praktek adalah baik pada human cerdik cendikiawan dan praktek tanpa teori hanya terdapat pada orang gila dan penjahat – penjahat namun alangkah lebih sempurnanya ilmu pendidikan itu dilakukan dengan cara teori dan praktek secara bersama-sama.

Untuk lebih memahami bahwa ilmu pendidikan itu adalah yang memerlukan pemikiran yang teoritis , adalah bahwa setiap pendidik memerlukan kritik- kritik sumbangan pemikiran dari para ahli/ orang lain, ia dapat belajar dari catatan-catatan kritik saran dari orang lain, yang pada akhirnya dapat dikatakan bahwa ia belajar berdasarkan teori.

  1. C.      Cabang-Cabang dan Ilmu Bantu Pendidikan

Menurut Langeveld (1952) mengklasifikasikan cabang ilmu pendidikan sebagai berikut:

  1. Ilmu pendidikan Teoritis
    1. Ilmu pendidikan sistematis
    2. Sejarah pendidikan
    3. Ilmu perbandingan pendidikan
    4. Ilmu pendidikan praktis
      1. Metodik
      2. Pendidikan keluarga
      3. Pendidikan keagamaan

Ilmu bantu yang diperlukan dalam ilmu pendidikan antara lain:

Ilmu-ilmu biologi, misalnya ; Embriologi, Anatomi, Fisiologi, dan lain sebagainya.

Ilmu jiwa, misalnya; Ilmu Jiwa Umum, Ilmu Jiwa Perkembangan, Ilmu Jiwa Sosial

Ilmu-ilmu social, misalnya; Sosial, Ekonomi, Hukum, dan lain sebagainya.

  1. D.      SOAL-SOAL
    1. Jelaskan ilmu pendidikan sebagai ilmu Normatif!
    2. Salah satu syarat berdirinya ilmu pengetahuan adalah suatu ilmu harus mempunyai objek. Jelaskan objek tersebut!
  1. E.       KUNCI JAWABAN
    1. Ilmu pendidikan sebagai ilmu Normatif : Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia. Sesuatu yang normatif berarti berbicara masalah baik atau buruk dari perilakumanusia. Ilmu Pendidikan merumuskan peraturan-peraturan tentangbertingkah laku manusia untuk mencapai keteraturan hidup.Keteraturan hidup akan menjamin kelangsungan keeratan (kohesi)antarmanusia (hubungan sosial manusia).
    2. Ilmu pengetahuan harus ada objeknya.. adapun objek ilmu pengetahuan adalah obyek material dan formal. Obyek matrial adalah bahan yang menjadi sasaran suatu ilmu pengetahuan sedangkan obyek formal adalah sudut pembahasan suatu ilmu pengetahuan, misal: ilmu jiwa dan ilmu manusia yang kwdua macam ilmu pengetahuan itu mempunyai obek material sama (manusia), akan tetapi obyek formalnya berbeda. Oleh karena itu obyek material ilmu pengetahuan dapat sama sedang obyek formalnya berbeda.

BAB III

PENUTUP

 

Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meninkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya dan pengetahuan adalah objek daripada manusia melakukan proses pendidikan itu sendiri.

Syarat-syarat ilmu pengetahuan yaitu ilmu pengetahuan hsrus memiliki objek, metodis, sistematis dan dinamika.

Ilmu pengetahuan bersifat normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia

Ilmu pengetahuan bersifat teoritis dan praktis, karena berkaitan erat dengan pandangan tentang manusia, nilai dan norma hidup yang membentuk keperibadian manusia (anak didik).

Cabang-cabang pendidikan menurut Langeveld (1952) terbagi atas dua yaitu ilmu pendidikan teoritis dan ilmu pendidikan praktis.

Ilmu bantu yang diperlukan dalam pendidikan yaitu ilmu-ilmu biologi, ilmu jiwa dan ilmu-ilmu social.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

–            Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, 2002.

–            http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/05/cabang-cabang-ilmu-pendidikan.html

–            http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=11&ved=0CBQQFjAAOAo&url=http%3A%2F%2Fdirectory.umm.ac.id%2FPerpustakaan%2520Pak%2520Onno%2Findonesia%2Fpendidikan%2Filmu-pendidikan.doc&rct=j&q=ilmu%20bantu%20pendidikan&ei=Lxu9TbbPF4LKrAfHk9SNBg&usg=AFQjCNF59EoTn-dvDBZ5sTJ-n4NnQkDINQ&cad=rja

–            http://ilmu1set.blogspot.com/2010/06/ilmu-pendidikan-sebagai-ilmu.html

–            http://www.gudangmateri.com/2010/07/pendidikan-sebagai-ilmu-pengetahuan.html

–           http://www.scribd.com/doc/51630982/1/Ilmu-Pendidikan-Bersifat-Normatif?query=normatif

 

About Fani Diamanti

a Christian | Jun's true love forever and after|a Scholar of Education | Love Physics | Love One Piece
This entry was posted in Paradise of Physics. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s