Pendidikan dan Perubahan Zaman

BAB  I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

Bagaimana memperkirakan keadaan masa depan adalah penting bagi tenaga kependidikan, agar siswa yang di asuhnya dan dibinanya tidak menjadi asing pada keadaan yang akan dijumpainya. Tenaga kependidikan yang harus dapat menginformasikan bagaimana masyarakat masa depan itu, bagaimana cara globalisasi akan membuat kita harus siap dengan budaya dan nilai-nilai yang lain dengan kita walaupun kita tidak berusaha mengadopsinya. Jadi pendidikan sebagai wadah pembauran budaya nasional sebaiknya mempersiapkan anak didik agar siap mentolerir adanya budaya lain yang datang ke negeri ini seperti akan membaur, tetapi akan mempersiapkan juga agar anak didik mampu menangkal budaya –budaya lain itu, tidak tenggelam, berbaur tapi tidak menyatu.

Pendidik mesti mengetahui dan menyadari adanya gambaran masa depan, sehingga perlu diantisipasi sejak sekarang.

  1. Tujuan Instruksional
  • Memahami beberapa kemungkinan keadaan masyarakat di masa depan, serta peranan faktor-faktor globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
  • Memahami berbagai upaya pendidikan untuk mengantisipasi masa depan, serta pengembangan sarana pendidikan untuk mendukung upaya-upaya yang sedang atau akan dilaksanakan.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pendidikan Dan Perubahan Zaman

Pendidikan selalu bertumpuh pada kesejahteraan, yakni pengalaman-pengalaman masa lampau, kenyataan dan kebutuhan mendesak masa kini, serta harapan masa depan, sehingga melalui pendidikan setiap masyarakat akan melestarikan nilai-nilai luhur sosial kebudayaannya yang telah terukir dengan indahnya dalam sejara bangsa tersebut. Lewat pendidikan juga diharapkan dapat ditumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan objektif masa kini. Dan akhirnya, melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang akan dipilih masa kini sebagai upaya mewujukan aspirasi dan harapan di masa depan.

Dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 telah ditetapkan antara lain bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Di dalam UU no 2 Tahun 1989 juga dinyatakan bahwa “ Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan.” Melalui upaya pendidikan, kebudayaan di wariskan dan dipelihara oleh setiap generasi bangsa. Serentak dengan itu upaya pendidikan diarahkan pula untuk mengembangkan kebudayaan itu. Kebudayaan yang dimaksudkan dalam arti luas yaitu “ Keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan dengan belajar, serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya.

Pendidikan selalu berlangsung dalam suatu latar kemasyarakatan dan kebudayaan tertentu. Demikian pula di Indonesia pendidikan nasional dilaksanakan berdasarkan latar kemasyarakatan dan kebudayaan Indonesia. Landasan sosio-kultural merupakan salah satu dasar utama dalam menentukan arah kepada program-program pendidikan baik program pendidikan sekolah maupun program pendidikan luar sekolah. Dari sisi lain pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan setiap masyarakat.

 

  1. Pikiran Masyarakat Masa Depan

Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranan di masa yang akan datang. Dengan demikian, pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan.

Setiap upaya manusia untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan dunia pada masanya (pada masa lampau, kini, dan akan datang) adalah proses modernisasi sebagai perkiraan masyarakat masa depan. Berdasarkan acuan normative yang berlaku (UU RI No. 2/1989 beserta peraturan pelaksanaanya) telah ditetapkan rumusan tujuan pendidikan di Indonesia, yang dapat di anggap sebagai profil manusia Indonesia di masa depan, salah satu ketentuan penting dalam perundang-undangan tersebut adalah ketetapan pendidikan dasar sembilan tahun.
Tuntutan manusia Indonesia di masa depan diarahkan kepada pembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dimasa depan tersebut.

Beberapa diantaranya seperti:
1. Ketanggapan terhadap berbagai masalah sosial, politik, budaya, dan lingkungan.
2. Kreativitas di dalam menemukan alternatif  pemecahannya.
3. Efisiensi dan etos kerja yang tinggi.

Mempertimbangkan beberapa keadaan yang akan berkembang pada masa depan, maka diharapkan beberapa tuntutan pula yang dimiliki oleh manusia masa depan, yaitu :

  • Memiliki sikap yang terbuka, memilki wawasan internasional dan seimbang dengan itu memiliki wawasan nusantara dan ketahanan nasional agar tidak lebur dengan adanya kecenderungan globalisasi. Memiliki sikap toleransi yang tinggi untuk mau memahami budaya bangsa lain, berkemauan dan berusaha meningkatkan kualitas diri pribadi, meningkatkan kegemaran membaca, mau belajar dari pengalaman orang lain atau bangsa lain, saling menghargai dan menghormati.
  • Menerapkan dan meningkatkan azas pendidikan seumur hidup, karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, orang perlu belajar dan belajar terus agar tidak ketinggalan dengan kemajuan yang terjadi, agar dapat memanfaatkan perkembangan iptek tersebut secara tepat guna. Azas belajar sepanjang hayat harus disikapi sebagai suatu usaha meningkatkan kualitas dari pribadi, memiliki sikap yang tidak cepat merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki, sehingga mau terus belajar melalui pendidikan formal maupun nonformal, atau juga belajar secara mandiri.
  • Melengkapi sarana kehidupan dengan alat-alat komunikasi yang up to date.
  • Memiliki ilmu pengetahuan yang bersifat khusus, memiliki spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu, mengikuti program khusus tenaga kerja tertentu, dan penguasaan beberapa bahasa asing.

Dapat dikemukakan bahwa zaman sekarang dan masa depan adalah zaman modern, dan manusianya disebut manusia modern. Alex Inkeles menyebutkan beberapa cirri manusia modern, yaitu :

  • Mempercayai dan mengutamakan kemampuan akal manusia, artinya tidak ada yang tidak dipelajari asalkan orang mau menggunakan akal dan pikirannya secara sungguh-sungguh.
  • Menggunakan dan memanfaatkan waktu sangat efisien, sangat padat, teratur untuk hal-hal yang berguna. Orang modern mampu mengatur waktu dan mengisi waktu sesuai dengan yang direncanakan .
  • Suka kepada pembaharuan dan mau menerima pembaharuan, karenanya orang modern juga suka kepada perubahan, selalu bersifat dinamis, suka mencoba untuk membuktikan mana yang lebih baik, yang lama atau yang baru.
  • Orientasi ke masa depan, masa lalu bukan untuk dipuja dan dikenang-kenang, tetapi untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman dalam merencanakan masa depan.
  • Hemat dalam penggunaan penghasilan, saving minded (cara hidup yang suka menabung), penggunaan uang juga terencana.
  • Mampu mengontrol diri sendiri,  kurang senang diatur dan dicampuri oleh orang lain.
  • Tidak suka tergantung bantuan orang lain.
  1. Kecenderungan Globalisasi

Istilah globalisasi (asal kata: global yang berarti secara umum, atau secara utuh) bermakna bumi sebagai satu keutuhan seakan akan tanpa batas, dunia menjadi amat transparan, serta saling ketergantungan antar bangsa didunia semakin besar; dengan kata lain: “menjadikan dunia sebagai satu keutuhan, satu kesatuan.”

Menurut Emil salim (1990), terdapat 4 bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling dominan,yakni:

  • Bidang Iptek, yang mengalami perkembangan yang semakin dipercepat utamanya dengan penggunaan berbagai teknologi canggih seperti computer dan satelit. Kekuatan pertama gelombang globalisasi ini membuat bumi seakan-akan menjadi sempit dan transparan. Globalisasi iptek tersebut memberi orientasi baru dalam bersikap dan berpikir serta berbicara tanpa batas negara.
  • Bidang ekonomi, yang mengarah ke ekonomi regional dan atau ekonomi global tanpa mengenal batas-batas negara. Di berbagai bagian dunia telah berkembang kelompok-kelompok ekonomi regional.
  • Bidang lingkungan hidup, telah menjadi bahan pembicaraan dalam berbagai pertemuan internasional, yang mencapai puncaknya pada konferensi tingkat tinggi (KTT) bumi, atau nama resminya konferensi PBB mengenai lingkungan hidup dan pembangunan (UNCED), pada awal juni 1992 di Rio De Jeneiro,Brasil. Dimana diperlukan wawasan dan kebijakan yang tepat dalam bidang pembangunan yang menjamin kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup, atau pembangunan yang berwawasan lingkungan.
  • Bidang pendidikan dalam kaitannya dengan identitas bangsa, termasuk budaya nasional dan budaya-budaya nusantara.

Di samping keempat bidang tersebut, kecenderungan globalisai juga tampak dalam bidang politik, hukum dan HAM, paham demokrasi dan sebagainya. Kecenderungan globalisasi tersebut merupakan suatu gejala yang tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, banyak gagasan dalam menghadapi globalisasi yang menekankan perlunya berpikir dan berwawasan global namun harus tetap menyesuaikan keputusan dan tindakan dengan keadaan nyata disekitarnya.

Khusus untuk menyongsong era globalisasi yang makin tidak terbendung, terdapat beberapa hal yang secara khusus memerlukan perhatian dalam bidang pendidikan.

Santoso S. Hamijoyo (1990) mengemukakan 5 strategi dasar dalam era globalisasi tersebut, yakni:

  • Pendidikan untuk pengembangan IPTEK ,dipilih terutama dalam bidang-bidang yang vital, seperti manufacturing pertanian, sebagai modal utama untuk menghadapi globalisasi.
  • Pendidikan untuk pengembangan keterampilan manajemen, termasuk bahasa-bahasa asing yang relevan untuk hubungan perdagangan dan politik, sebagai instrument operasional untuk berkiprah dalam globalisasi.
  • Pendidikan untuk pengelolaan kependudukan, lingkungan, keluarga berencana, dan kesehatan sebagai penangkal terhadap menurunnya kualitas hidup dan hancurnnya system pendukung kehidupan manusia.
  • Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai, termasuk filsafat, agama dan teologi demi ketahanan sosial-budaya termasuk persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan kepelatihan, termasuk pengelola sistem pendidikan formal dan non formal, demi penggalakan peningkatan pemerataan mutu, relevansi, dan efeisiensi sumber daya manusia secara keseluruhan.
    Khusus untuk pendidikan tinggi, terdapat kecenderungan berkembangnya pola pemecahan masalah secara multidisiplin. Oleh karena itu, diperlukan suatu program pendidikan yang kuat dalam dasar keahlian yang akan memperluas wawasan keilmuan dan membuka peluang kerjasama dengan bidang keahlian lainnya.

Bidang pendidikan yang termasuk kategori sektor jasa, tentu tidak luput dari serbuan arus globalisasi. Ada dua konsekuensi dan kecenderungan yang harus diantisipasi oleh bangsa kita terhadap globalisasi dalam bidang pendidikan. Yaitu :

  • Kecenderungan masyarakat kita untuk memilih menyekolahkan anak-anak mereka bersekolah di luar negeri. Mereka memandang bahwa kualitas sekolah di luar negeri lebih baik daripada sekolah di dalam negeri.
  • Semakin banyaknya lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dan kependidikan dari luar negeri masuk ke Indonesia.

Lihat saja, banyak lembaga-lembaga pendidikan dari luar negeri mengiklankan sekolah mereka di media massa Indonesia, baik cetak maupun elektronik. Jenjang pendidikan yang mereka tawarkan pun beragam, mulai dari jenjang sekolah dasar sampai pendidikan tinggi. Mereka memandang bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat potensial dalam segala hal, termasuk dalam pasar pendidikan. Negara tetangga kita, seperti Singapura dan Malaysia sangat gencar memasarkan produk pendidikan mereka. Dengan kemudahan yang mereka tawarkan, banyak masyarakat kita yang tertarik dan kemudian menyekolahkan anak-anak mereka di luar negeri yang dipandang lebih berkualitas.

Angka-angka berupa Education Development Index (Indeks Pembangunan Pendidikan) yang senantiasa dirilis oleh UNESCO setiap tahunnya menunjukkan keprihatinan perkembangan dunia pendidikan kita, seperti misalnya data UNESCO tahun 2007 yang menempatkan Indonesia pada urutan 62, turun dari peringkat 58 tahun sebelumnya. Sebaliknya, Malaysia menempati posisi Indonesia sebelumnya, dari 62 menjadi 56.  Lebih tragis lagi, berdasarkan Human Development Index, posisi Indonesia tak beranjak dari posisi di bawah 100, yaitu peringkat 107. Angka-angka di atas menunjukkan betapa kualitas pendidikan di Indonesia yang jauh dari kualitas, bisa menjadi salah satu factor yang telah membuat sejumlah kalangan mengalihkan kepercayaan mereka kepada sekolah-sekolah di luar negeri untuk mendidik anak-anak mereka.

Bermunculannya sekolah-sekolah berlabel lembaga-lembaga luar negeri atau lembaga-lembaga pendidikan kita yang menjalin kerja sama dengan mitranya dari luar negeri, tak bisa dilepaskan pula dari kepentingan untuk memperluas pasar lembaga pendidikan asing di Indonesia. Fenomena ini dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan lembaga-lembaga pendidikan  kita untuk menyediakan pendidikan berkualitas. Padahal, lembaga pendidikan memiliki posisi strategis untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan kompetitif, yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Pendidikan Masa Depan

  

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mengantisipasi masa depan, karena pendidikan selalu diorientasikan pada penyiapan peserta didik untuk berperan di masa yang akan datang.

Upaya-upaya untuk mengatasi masa depan terutama dalam perubahan nilai dan sikap adalah merupakan hal yang sangat sulit dan tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang cepat. Mengubah orang dari yang bersifat negative menjdi bersikap positif, dari yang dangkal dan emosional menjadi bersikap matang, luas dan rasional, dari sikap yang menolak perubahan kepada sikap yang menerima dan melaksanakan perubahan, berdasarkan pengalaman adalah sukar sekali. Namun upaya-upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan di rumah tangga oleh keluarga, pendidikan di sekolah, dan pendidikan di masyarakat. Ketiga pusat pendidikan ini didukung oleh kebijakan-kebijakan dari pemerintah akan mampu mempersiapkan manusia masa depan dengan segala tuntutannya.

Diperlukan suasana yang demokratis dan suasana lainnya yang kondusif untuk mengembangkan sikap dan nilai-nilai yang harus dimiliki anak untuk masa depan, maka suasana untuk belajar mengajar lebih menekankan pengembangan diri anak dengan memberikan kesempatan yang luas untuk mengeluarkan pendapat, untuk pembelajaran sendiri. Guru membiasakan anak untuk mampu mencari informasi tentang apa saja yang sesuai dengan anak, informasi tentang dunia kerja, informasi tentang buku yang baik dan baru, informasi tentang kecenderungan masa depan, jadi sekolah secara terencana mengarahkan siswanya untuk mengantisipasi masa depan dengan segala cirri dan tuntutannya. Tidak kalah penting adalah sikap guru yang mau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, mau meningkatkan kualitas profesinya, mau mencari informasi-informasi baru di dalam bidang pendidikan pengajaran, serta mau memperhatikan hasil-hasil penelitian di dalam bidang pendidikan, pengajaran dan bahkan psikologi.

BAB  III

SOAL  LATIHAN

Soal

  1. Apa yang melatarbelakangi diadakannya pendidikan masa depan kepada anak didik ?
  2. Apa saja tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan masa depan kepada anak didik ?
  3. Peraturan Negara manakah yang menjadi acuan atau landasan diadakannya pendidikan masa depan kepada anak didik ? Jelaskan !
  4. Sebutkan beberapa tuntutan yang harus dimiliki oleh manusia masa depan ?
  5. Sebutkan 4 bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling dominan, yang dikemukakan oleh Emil salim (1990) ?

Jawab

  1. Memperkirakan keadaan masa depan adalah penting bagi tenaga kependidikan, agar siswa yang di asuhnya dan dibinanya tidak menjadi asing pada keadaan yang akan dijumpainya di masa depan, bagaimana masyarakat masa depan itu, bagaimana cara globalisasi akan membuat para anak didik harus siap dengan budaya dan nilai-nilai yang lain dengan mereka, dan bagaimana upaya-upaya untuk mengantisipasi masa depan, agar para anak didik mampu menjadi manusia masa depan yang sesuai dengan cirri manusia masa depan yang sesungguhnya.
  2. Tujuannya adalah :
  • Memahami beberapa kemungkinan keadaan masyarakat di masa depan, serta peranan faktor-faktor globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
  • Memahami berbagai upaya pendidikan untuk mengantisipasi masa depan, serta pengembangan sarana pendidikan untuk mendukung upaya-upaya yang sedang atau akan dilaksanakan.
  1. Dalam UU-RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 telah ditetapkan antara lain bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.
  2. Mempertimbangkan beberapa keadaan yang akan berkembang pada masa depan, maka diharapkan beberapa tuntutan pula yang dimiliki oleh manusia masa depan, yaitu :
  • Memiliki sikap yang terbuka
  • Menerapkan dan meningkatkan azas pendidikan seumur hidup
  • Memiliki ilmu pengetahuan yang bersifat khusus
  • Melengkapi sarana kehidupan dengan alat-alat komunikasi yang up to date
  1. Menurut Emil salim (1990), terdapat 4 bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling dominan,yakni:
  • Bidang Iptek
  • Bidang ekonomi
  • Bidang lingkungan hidup
  • Bidang pendidikan dalam kaitannya dengan identitas bangsa

DAFTAR PUSTAKA

 

Prof. Dr. Tirtarahardja U dan Drs. La Sulo S. L., 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta; Rineka Cipta.

Makalah By:
Raflen A. Gerungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Manado

http://raihaniskandar.com/?idmenu=3&id=2

http://www.2lisan.com/rss/kecenderungan-globalisasi

http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/

http://pakguruonline.pendidikan.net/wacana_pdd_frameset.html

About Fani Diamanti

a Christian | Jun's true love forever and after|a Scholar of Education | Love Physics | Love One Piece
This entry was posted in Paradise of Physics. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s